Omicron Mulai Memakan Korban Jiwa, Perlukah Kita Panik?

Dua tahun lebih pandemi berlangsung di tanah air. Telah muncul berbagai varian atau turunan dari korona virus. Varian yang paling terakhir muncul di dunia hingga Januari 2022 bernama Omicron. Varian Omicron sendiri dinamai dari bahasa yunani dan WHO telah menyatakan bahwa varian ini patut diwaspadai. Varian Omicron juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, yang merupakan varianSARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19.

Dilansir dari CNN Indonesia, dua pasien Omicron di Indonesia meninggal dunia. Salah satu merupakan lansia dan lainnya memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang tidak terkendali. Menurut narasumber yang merupakan direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), Siti Nadia Tarmizi, mayoritas kasus omicron merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Di sisi lain, temuan kasus transmisi lokal mulai mengalami peningkatan, artinya virus ini sudah mulai menyebar di komunitas.

Ada pernyataan yang sedikit konradiktif dengan WHO dan media massa mainstream. Pernyataan ini datang dari mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadilah Supari. Beliau menghimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi Omicron mengingat gejala yang dialami tidak berat walau penyebarannya lebih cepat dibanding covid-19 dan varian delta. Ketua Pengurus Besar Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih menilai meskipun gejalanya ringan, Omicron bisa sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki penyakit kronis.

Lalu bagaimana respon kita dalam menyikapi Omicron? Perlukah panik, atau menganggap ini tidak berarti? Hal yang paling perlu dilakukan adalah untuk tidak panik dan ketakutan. Tetaplah jalani kegiatan penting dengan terus mematuhi protokol kesehatan ke mana pun dan di manapun. Mengingat kasus Omicron lebih banyak dialami oleh pelaku perjalanan luar negeri, maka tundalah rencana perjalanan ke luar negeri untuk sementara hingga keadaan lebih membaik. Hindari juga kegiatan yang melibatkan keramaian.

Hal paling penting, jangan pernah lengah. Tetaplah waspada dalam segala situasi. Rajin mencuci tangan dan bawa hand sanitizer. Di saat seperti ini, kamu butuh hand sanitizer yang tidak membuatmu bosan. Seperti hand sanitizer dari Morris Care. Tersedia dalam berbagai pilihan. Mulai dari yang gel dengan ukuran besar hingga ukuran kecil dan ada pula yang spray. Yang lebih unik, kamu bisa menggunakan hand sanitizer Morris Care yang memiliki aroma wangi dan segar. Kamu gak bakal bosan dan akan terus ingat untuk jaga tangan agar tetap steril karena wanginya bikin mood kamu jadi lebih positif.

Morris Care Fragranced Hand Sanitizer tersedia dalam 4 varian: Watermelon, Flamingo, Ice Cream dan Unicorn. Ke-empatnya memiliki aroma yang berbeda. Dikemas dalam packaging yang super slim dan ringan, hand sanitizer ini gak bikin risih kalau disimpen di kantong. Desain kemasannya juga lucu dan gak ngebosenin. Harganya juga affordable dan bisa disemprot hingga 250 kali.

Nah, sekarang bagaimana dengan kamu. Apakah kamu memilih untuk takut dan panik dengan Omicron, atau tetap percaya diri dan waspada beraktivitas sambil pakai hand sanitizer dari Morris Care?

Leave a Reply

Your email address will not be published.