MENGEMAS kisah sejarah dalam pertunjukan modern akan ditampilkan pada drama tari Genta Sriwijaya. Genta Sriwijaya.

Keikut sertaan PT. Aroma Prima Livindo dalam acara yang diadakan di The Pallas SCBD Jakarta, Kamis, 8 November 2018. Begitu sangat meriah dengan berbagai bazar di acara tersebut.

Stand PT. Aroma Prima Livindo saat dikunjungi oleh beberapa artis yang sudah tidak di ragukan lagi di dunia hiburan perfileman Indonesia Deny Malik dan Bambang Pamungkas atau yang sering kita sebut adalah “BP” Artis sepak bola Nasional yang saat ini yang bergabung dengan Genta Sriwijaya.

Genta Sriwijaya merupakan cerita sejarah yang dibungkus dalam bentuk pergelaran seni modern. Dengan durasi pertunjukan selama 1,5 jam, Genta Sriwijaya akan menggabungkan seni tari, musik, dan teater, tutur Kenthus pada jumpa wartawan di The Pallas SCBD Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Pertunjukan Genta Sriwijaya didukung penampilan sejumlah figur publik dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Andrea Miranda, Daniel Christianto, Ruth Sahanaya, Ivy Batuta, Inaya Wahid, Yenny Wahid, Bambang Pamungkas, Cathy Sharon, Ncess Nabati, Sogi Indra Dhuaja, dan Deasy Novianty.

“Kami mengeksplorasi budaya Sumatera Selatan untuk pertunjukan ini. Kami mencari tahu, apa yang menjadi ciri khas Sumatera Selatan. Salah satunya mereka punya songket. Intinya, walaupun dikemas modern, kami tidak merusak atau menghilangkan pakemnya,” ungkap Denny.

Senada dengan Denny, music director Tohpati juga merasa tertantang terlibat di pertunjukan Genta Sriwijaya. Pasalnya di masa Kerajaan Sriwijaya yaitu pada 600 Masehi, bentuk musiknya belum jelas.

Sementara itu, art director Rangga Djoned menyebutkan, dia memakai teknik video mapping untuk menghasilkan visual dari zaman Kerajaan Sriwijaya. Dia sengaja membuat panggung dibuat seminimalis mungkin agar fokus ke konten video mapping. “Saya konsultasi ke Mas Denny dan Mas Kenthus. Saya juga tiset kebudayaan yang mempengaruhi Sriwijaya di masa itu,” ujar Rangga.

Mantan pemain Timnas Bambang Pamungkas yang menjadi pengawal menyebutkan, karakter dia kali ini lebih memberi hiburan ke pertunjukan. Dia juga akan banyak melakukan improvisasi. “Kalau di lapangan sepak bola kan saya serius. Nah, di sini saya berbeda. Buat saya susahnya adalah saya harus masuk ke area yang pemain lainnya profesional, sedangkan saya amatir di pertunjukan ini,” ujar pria yang akrab disapa Bepe ini